Sampai jumpa di persimpangan..

Gue punya motor. Karena gue sayang banget sama motor gue, gue kasih nama motor gue: Negara Ini. 

Suatu saat negara Ini rusak. Gue ingin benerin Negara Ini. Gue bawa Negara Ini ke bengkel. 

Gue bilang ke abang bengkelnya, “Bang, gue mau benerin Negara Ini”.

-Fico

dyahayuputriningrum:

This is what going on a few miles above your head, peops! This is called gravity waves.

Ini simulasi model atau IR Put?

Selamat deh yang jadi Wisudawan Juli.. :D

6 GOLONGAN WANITA YANG KURANG LAYAK DIJADIKAN SEORANG ISTERI

(Silakan luangkan waktu sejenak untuk membacanya)

1). Al -Anaanah Banyak keluh kesah. Yang selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Selalu ingin memenuhi kehendak nafsu sendiri, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. apa yang suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yang tak cukup.

2). Al-Manaanah Suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggung jawab, tak sayang, dll. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam-macam padanya.

3). Al -Hunaana Ingin pada suami yg lain atau berkenan kepada lelaki yang lain. sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan suami/lelaki lain. Tak ridha dengan suami yangada. (Naudzubillah)

4). Al- Hudaaqah Suka memaksa. Bila ingin sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dengan berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yang dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.

5). Al-Hulaaqa Sibuk bersolek atau tidur atau santai-santai dll hingga lalai dengan ibadah-ibadah asas, seperti shalat berjamaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dengan anak-anak, dll.

6). As-Salaaqah Banyak berbicara, menggosip. Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar di matanya.

Zaman sekarang bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dengan telfon, SMS, internet (facebook), BBM dan macam-macam cara yang lain.

Kesimpulan: Isteri lebih asyik menyusahkan suami dengan kata-katanya yang menyakitkan, isteri lebih asik dengan dirinya sendiri. Demikianlah yang harus kita perhatikan dari 6 golongan wanita yang kurang layak dijadikan isteri.

Semoga bermanfaat saudaraku untuk kaum adam maupun kaum hawa semoga bisa dijadikan catatan permanent dalam hati kita.

—Fanpage FB Dakwah Kreatif (via erstudio)

(via abdullahzuhud)

Untung atiku gaweane Gusti Allah. Nek gaweane cino po yo ra wis remuk.

—Simple, fun, but meaning quotes.. :)

…….Tim Bola HMME, Kawan-kawan AMG, Tokema 2012, Kokesma 2009, Kosan 137/56, OSKM 2010 80’s, dan Backpacker Konkritkan Lombok.

Ah, banyak ya kawan-kawan aku ini. Beberapa orang yang pernah bersama aku juga ada yang sudah jadi ini itu. Ah luar biasa hidupku. Terima kasih dan sampai jumpa di posting seperti ini lagi beberapa tahun kemudian, ketika aku bertanya-tanya tentang siapa diriku sebenarnya lagi.

Aku bertanya pada diri sendiri, siapa aku sebenarnya? Saat itu aku buka profil diri sendiri. Menemukan diri dalam kenangan-kenangan indah kebersamaan. Xamien, Cookies IPA1, Magangers Tokema (Magetoks), FITB 01,  JUDI, Touring Magazine, HMME Atmosphaira ITB, Meteorologi 2009, KKN 2012..

Merbabu View
Di kampung saya, anda bisa lihat Merbabu.

Merbabu View

Di kampung saya, anda bisa lihat Merbabu.

Priyoisme

Sebut saja Mas Pri, Priyo. Seorang anak rimba jati dan ilalang. Yang dia punya hanyalah Yamaha RX entah tahun berapa yang sudah protol, dan sebuah senapan angin. Ya, seorang polisi hutan.

Mas Pri, kesehariannya waktu saya di sana membantu kami keliling hutan mengecek alat dan mengambil data. Ya, itu tugasnya. Kami bayar cukup dia untuk itu. Cukup, kami rasa nilai yang kami nyatakan dalam kontrak cukup.

Dia, orang yang banyak membantu. Ketika saya ketiban masalah kunci motor hilang, dia bantu menyalakan motor. Saya belajar menyalakan motor dengan kondisi hilang kunci dari dia. Ketika saya kecelakaan, dia gantikan peran saya menemani kolega saya menjalankan tugas. 

Dia adalah laki-laki biasa, punya anak dan istri serta adik-adik yang harus dia hidupi. Pemasukan dan kebutuhan yang tidak seimbang membuat kesehariannya timpang dengan hutang. Hutang yang membuatnya menjadi patuh tak berdaya melawan pemodalnya yang tak lain juga hanya tetangganya sendiri.

Mungkin, kedatangan kami membawa pekerjaan dengan bayaran yang cukup memberikan sedikit angin segar dalam hidupnya. Mungkin barangkali. Karena keseharian sebelum kami, kami tidak tahu itu.

Siapa sangka, ketika semua terlunaskan, kerja yang berakhir dan bayaran yang tertunaikan, semua jadi hanya mimpi semata. Salah kami memilih borongan, sehingga keadilan ada di tangan pemborong, walau kami sudah kasih arahan tentang keadilan.

Alasan, bukan alasan pemborong juga. Dia katakan adanya berbagai birokrasi yang mengambil bagian. Ya, ternyata di level bawah sana, keparahan birokrasi lebih menjadi-jadi. Angka-angka yang kami berikan tergerogoti patung-patung bernama birokrasi. Ke sana, ke sini tak jelas alirannya. 

Mas Pri, orang yang dianggap tak tahu apa-apa ini hanya bisa pasrah. Hanya bisa ikhlas. Orang-orang kecil karena sejak lahir kecil ini sudah kebal. Dalam pesan singkatnya, terasa kecewa yang diakhiri pasrah. Kecewa pada nasib namun tetap ikhlas. 

Orang-orang seperti ini, wong cilik yang ditindas wong cilik lebih besar sedikit. Wong ndeso yang ditindas wong ndeso yang lebih tua dan kuasa. Mas Priyo.

Jika Soekarno mengenal Pak Marhaen, orang kecil yang ikhlas-ikhlas saja tertindas oleh penjajahan Belanda lantas mengenalkan paham Marhaenisme, bolehkah saya mengenalkan Mas Pri, Priyo ini sebagai pemuda yang ikhlas-ikhlas saja ditindas birokrasi bangsa sendiri ini sebagai Priyoisme?

Priyoisme.